Senin, 30 November 2020

Menikmati Indahnya Kota Paris Perancis

Menikmati final tahun dengan cuaca yang cuek dan bersalju akan menghidangkan ingatan piknik yang berbeda.Apalagi jikalau di Eropa terutama di negara dengan julukan kota mode Dunia ini,yaitu Paris Perancis.

Adalah Champ Elysees suatu jalan di Kota Paris yang konon merupakan jalan terindah di dunia. Harian Seputar Indonesia yang sempat mengelilingi kota ini pun sempat terkesima dengan keindahan kota yang memang berlawanan dari kota-kota di beberapa negara Eropa lainnya. 

Siang hari jalan ini terlihat indah alasannya merupakan segi kiri dan kanan jalan berjajar gedung-gedung yang berarsitektur permulaan kala ke-19 dan gedung yang berarsitektur modern. Gedung itu merupakan wilayah perkantoran, pertokoan, apartemen dan hotel, serta kafe dan restoran. 

Sebuah butik yang menawarkan keperluan sekunder karya seniman Prancis terkemuka Louis Vuitton (LV) berdiri kuat di segi kanan jalan dan memperbesar daya tarik para turis. Tak sedikit turis yang berjalan-jalan di Champ Elysees berhenti sesaat untuk menyaksikan kemewahan yang ada di dalam butik terkemuka ini. 

Tak kalah menariknya dengan butik LV, puluhan kios di selasar jalan pedestrian berjajar di sepanjang jalan Champ Elysee. Puluhan kios mini ini senantiasa ada pada bulan Desember hingga menjelang Natal. Hampir semua kios-kios yang dipadati pembeli ini memasarkan barang-barang keperluan Natal. 

Bila memasuki Desember, di selasar pedestrian berdiri puluhan kios-kios mini yang khusus memasarkan keperluan Natal.Keberadaan kios ini pastinya telah merupakan tradisi tahunan di Paris, yang disiapkan khusus oleh pemerintah setempat. 

Keindahan di sepanjang jalan ini kian terlihat pada malam hari. Lampu beraneka hias yang dipasang di pohon pedestrian jalan terlihat menyerupai air mancur yang berjatuhan. Tentunya, lampu hias ini menjadi objek untuk berfoto-foto para turis setempat maupun mancanegara. Di jalan yang indah ini, Paris terlihat terang benderang dengan daya tarik lampu hiasnya. 

Tugu Arc de Triomphe Etoile yang berada di pojok jalan Champs Elysees dengan latar belakan arena permainan Bianglala raksasa menjadi konsentrasi wisatawan wisatawan di Paris. Bianglala ini pun tak luput dari gemerlapnya lampu hias, sehingga lebih indah bila dilihat pada malam hari. 

Kunjungan di kota mode ini belum terasa lengkap bila tidak menyaksikan dan menjamah Menara Eiffel. Menara yang dibangun pada 1889 ini diambil dari nama final perancangnya, Alexandre Gustafe Eiffel. Menara setinggi 324 meter ini memiliki tiga tingkat yang bisa dikunjungi oleh wisatawan. 

Tingkat pertama dan kedua diisi oleh suatu kedai makanan yang cukup mewah. Untuk makan di Menara Eiffel dengan panorama Kota Paris ini, wisatawan dikenakan ongkos sebesar 4,80 euro untuk makan di lantai 1 dan 7,80 euro bila ingin di lantai 2. Sedangkan untuk hingga ke lantai 3 yang merupakan puncak menara, wisatawan dikenakan ongkos 12 euro atau Rp172.000.

Dari puncak Eiffel, seluruh kota dari banyak sekali penjuru mata angin akan terlihat sungguh terang dan indah. Wisatawan pun mungkin tak akan sanggup berlama-lama berada di puncak ini, alasannya merupakan udara yang sungguh dingin. Terlebih lagi Desember, di saat ekspresi dominan cuek tiba udara di atas menara Eiffel dapat meraih minus 10 derajat. 

Bisa dibayangkan betapa udara sedingin ini dapat menghasilkan beku setiap orang yang sedang menikmati ketinggian di kota Paris, walaupun telah memakai baju yang berlapis-lapis dan ditutup denganovercoat lengkap beserta sarung tangan dan epilog kepala. 

Bagi sebagian turis yang tidak besar lengan berkuasa terhadap dingin, mereka lebih mempergunakan waktunya untuk berfoto-foto di bawah menara dengan latar belakang kaki menara Eiffel yang kuat dan artistik. Selain itu, gerai kecil di sekeliling kaki menara Eiffel juga menjadi salah satu sorotan turis yang ingin membeli ornamen ikon kota Paris tersebut. 

Bila tidak puas berfoto dengan latar belakang menara Eiffel yang cuma separuh, wisatawan dapat pribadi menuju ke Ecole Militaire atau Plaza De La Concorde. Plasa yang cukup luas ini setiap harinya dipadati ratusan hadirin yang ingin berfoto-foto dengan latar belakang Menara Eiffel yang terlihat utuh dan megah.

Pada malam hari, panorama menara yang berusia 120 tahun ini kian indah alasannya merupakan dihiasi oleh lampulampu di seluruh badan bangunan Eiffel. Bahkan, satu jam sekali timbul cahaya kelap kelip berwarna biru menyerupai ribuan bintang yang sedang bersinar di ikon Paris ini. 

Lampu mercusuar yang berada di puncak tertinggi menara, menghasilkan menara yang sempat menjadi bangunan tertinggi di dunia ini kian bagus dan memesona. Siapa pun yang berkunjung ke Kota Cahaya (la ville lumiere) ini pastinya tidak akan dapat melalaikan keindahan kota yang luar biasa. 

Dilihat dari banyak sekali segi mana pun, Paris memiliki catatan tersendiri bagi seluruh wisatawan dunia untuk bertujuan kembali tiba ke kota ini.Kota yang padat tetapi sungguh terawat ini, juga terlihat dari tata kotanya yang rapi dan terstruktur. 

Meskipun kepadatan kemudian lintas juga terjadi di kota besar ini, hal itu tidak menghasilkan wisatawan jenuh. Tentunya ini alasannya merupakan banyaknya lokasi perbelanjaan di setiap sudut kota diselingi dengan kedai makanan dan kafe yang menawarkan aneka makanan yang khas dengan pastanya.


Mari kita tengok juga keindahan wilayah rekreasi lain di dunia ini,di antaranya :

  • Inilah 5 Pantai Terindah di Indonesia !

  • Menikmati final tahun dengan cuaca yang cuek dan bersalju akan menghidangkan ingatan piknik yang berbeda.Apalagi jikalau di Eropa terutama di negara dengan julukan kota mode Dunia ini,yaitu Paris Perancis.

    Adalah Champ Elysees suatu jalan di Kota Paris yang konon merupakan jalan terindah di dunia. Harian Seputar Indonesia yang sempat mengelilingi kota ini pun sempat terkesima dengan keindahan kota yang memang berlawanan dari kota-kota di beberapa negara Eropa lainnya. 

    Siang hari jalan ini terlihat indah alasannya merupakan segi kiri dan kanan jalan berjajar gedung-gedung yang berarsitektur permulaan kala ke-19 dan gedung yang berarsitektur modern. Gedung itu merupakan wilayah perkantoran, pertokoan, apartemen dan hotel, serta kafe dan restoran. 

    Sebuah butik yang menawarkan keperluan sekunder karya seniman Prancis terkemuka Louis Vuitton (LV) berdiri kuat di segi kanan jalan dan memperbesar daya tarik para turis. Tak sedikit turis yang berjalan-jalan di Champ Elysees berhenti sesaat untuk menyaksikan kemewahan yang ada di dalam butik terkemuka ini. 

    Tak kalah menariknya dengan butik LV, puluhan kios di selasar jalan pedestrian berjajar di sepanjang jalan Champ Elysee. Puluhan kios mini ini senantiasa ada pada bulan Desember hingga menjelang Natal. Hampir semua kios-kios yang dipadati pembeli ini memasarkan barang-barang keperluan Natal. 

    Bila memasuki Desember, di selasar pedestrian berdiri puluhan kios-kios mini yang khusus memasarkan keperluan Natal.Keberadaan kios ini pastinya telah merupakan tradisi tahunan di Paris, yang disiapkan khusus oleh pemerintah setempat. 

    Keindahan di sepanjang jalan ini kian terlihat pada malam hari. Lampu beraneka hias yang dipasang di pohon pedestrian jalan terlihat menyerupai air mancur yang berjatuhan. Tentunya, lampu hias ini menjadi objek untuk berfoto-foto para turis setempat maupun mancanegara. Di jalan yang indah ini, Paris terlihat terang benderang dengan daya tarik lampu hiasnya. 

    Tugu Arc de Triomphe Etoile yang berada di pojok jalan Champs Elysees dengan latar belakan arena permainan Bianglala raksasa menjadi konsentrasi wisatawan wisatawan di Paris. Bianglala ini pun tak luput dari gemerlapnya lampu hias, sehingga lebih indah bila dilihat pada malam hari. 

    Kunjungan di kota mode ini belum terasa lengkap bila tidak menyaksikan dan menjamah Menara Eiffel. Menara yang dibangun pada 1889 ini diambil dari nama final perancangnya, Alexandre Gustafe Eiffel. Menara setinggi 324 meter ini memiliki tiga tingkat yang bisa dikunjungi oleh wisatawan. 

    Tingkat pertama dan kedua diisi oleh suatu kedai makanan yang cukup mewah. Untuk makan di Menara Eiffel dengan panorama Kota Paris ini, wisatawan dikenakan ongkos sebesar 4,80 euro untuk makan di lantai 1 dan 7,80 euro bila ingin di lantai 2. Sedangkan untuk hingga ke lantai 3 yang merupakan puncak menara, wisatawan dikenakan ongkos 12 euro atau Rp172.000.

    Dari puncak Eiffel, seluruh kota dari banyak sekali penjuru mata angin akan terlihat sungguh terang dan indah. Wisatawan pun mungkin tak akan sanggup berlama-lama berada di puncak ini, alasannya merupakan udara yang sungguh dingin. Terlebih lagi Desember, di saat ekspresi dominan cuek tiba udara di atas menara Eiffel dapat meraih minus 10 derajat. 

    Bisa dibayangkan betapa udara sedingin ini dapat menghasilkan beku setiap orang yang sedang menikmati ketinggian di kota Paris, walaupun telah memakai baju yang berlapis-lapis dan ditutup denganovercoat lengkap beserta sarung tangan dan epilog kepala. 

    Bagi sebagian turis yang tidak besar lengan berkuasa terhadap dingin, mereka lebih mempergunakan waktunya untuk berfoto-foto di bawah menara dengan latar belakang kaki menara Eiffel yang kuat dan artistik. Selain itu, gerai kecil di sekeliling kaki menara Eiffel juga menjadi salah satu sorotan turis yang ingin membeli ornamen ikon kota Paris tersebut. 

    Bila tidak puas berfoto dengan latar belakang menara Eiffel yang cuma separuh, wisatawan dapat pribadi menuju ke Ecole Militaire atau Plaza De La Concorde. Plasa yang cukup luas ini setiap harinya dipadati ratusan hadirin yang ingin berfoto-foto dengan latar belakang Menara Eiffel yang terlihat utuh dan megah.

    Pada malam hari, panorama menara yang berusia 120 tahun ini kian indah alasannya merupakan dihiasi oleh lampulampu di seluruh badan bangunan Eiffel. Bahkan, satu jam sekali timbul cahaya kelap kelip berwarna biru menyerupai ribuan bintang yang sedang bersinar di ikon Paris ini. 

    Lampu mercusuar yang berada di puncak tertinggi menara, menghasilkan menara yang sempat menjadi bangunan tertinggi di dunia ini kian bagus dan memesona. Siapa pun yang berkunjung ke Kota Cahaya (la ville lumiere) ini pastinya tidak akan dapat melalaikan keindahan kota yang luar biasa. 

    Dilihat dari banyak sekali segi mana pun, Paris memiliki catatan tersendiri bagi seluruh wisatawan dunia untuk bertujuan kembali tiba ke kota ini.Kota yang padat tetapi sungguh terawat ini, juga terlihat dari tata kotanya yang rapi dan terstruktur. 

    Meskipun kepadatan kemudian lintas juga terjadi di kota besar ini, hal itu tidak menghasilkan wisatawan jenuh. Tentunya ini alasannya merupakan banyaknya lokasi perbelanjaan di setiap sudut kota diselingi dengan kedai makanan dan kafe yang menawarkan aneka makanan yang khas dengan pastanya.


    Mari kita tengok juga keindahan wilayah rekreasi lain di dunia ini,di antaranya :

    • 6 Tempat Rekomendasi Bulan Madu di Indonesia
    • Menikmati final tahun dengan cuaca yang cuek dan bersalju akan menghidangkan ingatan piknik yang berbeda.Apalagi jikalau di Eropa terutama di negara dengan julukan kota mode Dunia ini,yaitu Paris Perancis.

      Adalah Champ Elysees suatu jalan di Kota Paris yang konon merupakan jalan terindah di dunia. Harian Seputar Indonesia yang sempat mengelilingi kota ini pun sempat terkesima dengan keindahan kota yang memang berlawanan dari kota-kota di beberapa negara Eropa lainnya. 

      Siang hari jalan ini terlihat indah alasannya merupakan segi kiri dan kanan jalan berjajar gedung-gedung yang berarsitektur permulaan kala ke-19 dan gedung yang berarsitektur modern. Gedung itu merupakan wilayah perkantoran, pertokoan, apartemen dan hotel, serta kafe dan restoran. 

      Sebuah butik yang menawarkan keperluan sekunder karya seniman Prancis terkemuka Louis Vuitton (LV) berdiri kuat di segi kanan jalan dan memperbesar daya tarik para turis. Tak sedikit turis yang berjalan-jalan di Champ Elysees berhenti sesaat untuk menyaksikan kemewahan yang ada di dalam butik terkemuka ini. 

      Tak kalah menariknya dengan butik LV, puluhan kios di selasar jalan pedestrian berjajar di sepanjang jalan Champ Elysee. Puluhan kios mini ini senantiasa ada pada bulan Desember hingga menjelang Natal. Hampir semua kios-kios yang dipadati pembeli ini memasarkan barang-barang keperluan Natal. 

      Bila memasuki Desember, di selasar pedestrian berdiri puluhan kios-kios mini yang khusus memasarkan keperluan Natal.Keberadaan kios ini pastinya telah merupakan tradisi tahunan di Paris, yang disiapkan khusus oleh pemerintah setempat. 

      Keindahan di sepanjang jalan ini kian terlihat pada malam hari. Lampu beraneka hias yang dipasang di pohon pedestrian jalan terlihat menyerupai air mancur yang berjatuhan. Tentunya, lampu hias ini menjadi objek untuk berfoto-foto para turis setempat maupun mancanegara. Di jalan yang indah ini, Paris terlihat terang benderang dengan daya tarik lampu hiasnya. 

      Tugu Arc de Triomphe Etoile yang berada di pojok jalan Champs Elysees dengan latar belakan arena permainan Bianglala raksasa menjadi konsentrasi wisatawan wisatawan di Paris. Bianglala ini pun tak luput dari gemerlapnya lampu hias, sehingga lebih indah bila dilihat pada malam hari. 

      Kunjungan di kota mode ini belum terasa lengkap bila tidak menyaksikan dan menjamah Menara Eiffel. Menara yang dibangun pada 1889 ini diambil dari nama final perancangnya, Alexandre Gustafe Eiffel. Menara setinggi 324 meter ini memiliki tiga tingkat yang bisa dikunjungi oleh wisatawan. 

      Tingkat pertama dan kedua diisi oleh suatu kedai makanan yang cukup mewah. Untuk makan di Menara Eiffel dengan panorama Kota Paris ini, wisatawan dikenakan ongkos sebesar 4,80 euro untuk makan di lantai 1 dan 7,80 euro bila ingin di lantai 2. Sedangkan untuk hingga ke lantai 3 yang merupakan puncak menara, wisatawan dikenakan ongkos 12 euro atau Rp172.000.

      Dari puncak Eiffel, seluruh kota dari banyak sekali penjuru mata angin akan terlihat sungguh terang dan indah. Wisatawan pun mungkin tak akan sanggup berlama-lama berada di puncak ini, alasannya merupakan udara yang sungguh dingin. Terlebih lagi Desember, di saat ekspresi dominan cuek tiba udara di atas menara Eiffel dapat meraih minus 10 derajat. 

      Bisa dibayangkan betapa udara sedingin ini dapat menghasilkan beku setiap orang yang sedang menikmati ketinggian di kota Paris, walaupun telah memakai baju yang berlapis-lapis dan ditutup denganovercoat lengkap beserta sarung tangan dan epilog kepala. 

      Bagi sebagian turis yang tidak besar lengan berkuasa terhadap dingin, mereka lebih mempergunakan waktunya untuk berfoto-foto di bawah menara dengan latar belakang kaki menara Eiffel yang kuat dan artistik. Selain itu, gerai kecil di sekeliling kaki menara Eiffel juga menjadi salah satu sorotan turis yang ingin membeli ornamen ikon kota Paris tersebut. 

      Bila tidak puas berfoto dengan latar belakang menara Eiffel yang cuma separuh, wisatawan dapat pribadi menuju ke Ecole Militaire atau Plaza De La Concorde. Plasa yang cukup luas ini setiap harinya dipadati ratusan hadirin yang ingin berfoto-foto dengan latar belakang Menara Eiffel yang terlihat utuh dan megah.

      Pada malam hari, panorama menara yang berusia 120 tahun ini kian indah alasannya merupakan dihiasi oleh lampulampu di seluruh badan bangunan Eiffel. Bahkan, satu jam sekali timbul cahaya kelap kelip berwarna biru menyerupai ribuan bintang yang sedang bersinar di ikon Paris ini. 

      Lampu mercusuar yang berada di puncak tertinggi menara, menghasilkan menara yang sempat menjadi bangunan tertinggi di dunia ini kian bagus dan memesona. Siapa pun yang berkunjung ke Kota Cahaya (la ville lumiere) ini pastinya tidak akan dapat melalaikan keindahan kota yang luar biasa. 

      Dilihat dari banyak sekali segi mana pun, Paris memiliki catatan tersendiri bagi seluruh wisatawan dunia untuk bertujuan kembali tiba ke kota ini.Kota yang padat tetapi sungguh terawat ini, juga terlihat dari tata kotanya yang rapi dan terstruktur. 

      Meskipun kepadatan kemudian lintas juga terjadi di kota besar ini, hal itu tidak menghasilkan wisatawan jenuh. Tentunya ini alasannya merupakan banyaknya lokasi perbelanjaan di setiap sudut kota diselingi dengan kedai makanan dan kafe yang menawarkan aneka makanan yang khas dengan pastanya.


      Mari kita tengok juga keindahan wilayah rekreasi lain di dunia ini,di antaranya :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back To Top