Sabtu, 07 November 2020

Hotel Di Singapura Melambung Naik

 Koran Singapura The Straits Times kemarin  Hotel di Singapura melambung naik
Hotel di Singapura melambung naik,Pada Februari kemarin, digelar Singapore Air Show, kontan para wisatawan menjejali hotel-hotel Singapura. Koran Singapura The Straits Times kemarin (7/5) melaporkan tarif hotel selama gelaran Air Show yang berjalan enam hari itu, sudah terkerek naik meraih rata-rata S$273,70 per malam. Tarif ini merupakan rekor tertinggi dalam empat tahun terakhir.
Pada pertengahan 1990-an, tarif kamar Mandarin Hotel yang berdampingan dengan superblock Takashimaya, di Jalan Orchard, cuma dikutip S$180 per malam. Kini biayanya nyaris dua kali lipat. Sebungkus rokok pada paruh kedua dekade 90-an “hanya” S$6,5 kini melejit menjadi S$10,5.
Saat balapan F-1 digelar di Singapura niscaya orang berjejal menonton balap kendaraan beroda empat di dalam negara kota ini dan hotel-hotel ditentukan penuh. Tapi yang paling diminati orang merupakan Marina Bay Sands (MBS) yang milik operator judi Las Vegas Sands.
CEO MBS Sheldon Andelson terkejut menyaksikan kinerja keuangan kuartal pertama tahun ini yang demikian mengesankan. Laba operasional MBS pada kuartal pertama tahun ini naik 66 persen atau sekitar S$593,4 juta (sekitar US$472,5 juta).
Ketika gres dibuka dua tahun silam bermalam di MBS cuma perlu konfirmasi melalui telepon, kini bahkan para member pun mesti melakukanm pemesanan satu setengah bulan sebelumnya.
Seorang pebisnis Indonesia yang menjadi member di MBS, mengkonfirmasi metode pemesanan seumpama itu. “Bahkan empat jam sebelum masuk hotel, kita mesti rekonfirmasi. Butuh tiga jam lagi untuk masuk hotel,” ujar penyuplai alat-alat industri minyak dan gas yang enggan disebut namanya.
Hotel MBS selalu sarat walaupun sudah menawarkan 2.500 kamar. Akibatnya banyak orang yang terpaksa bermalam di hotel-hotel lain di Singapura. Toh pergi ke mana suka di Singapura sungguh mudah, alasannya merupakan jarak serba bersahabat dan ada alternatif moda transpor MRT.
“Tarif Hotel di Singapura akan terus menanjak dan tarif S$270 menjadi tarif tolok ukur hotel bintang empat,” ujar Robert Khoo, administrator top perkumpulan distributor perjalanan Singapura seumpama dikutip The Straits Times.
Para pengamat industri perhotelan Singapura mengatakan, kini ajakan hotel-hotel kecil dan kelas butik yang manis makin mengemuka dan mungkin pemerintah Singapura diminta melepas tanah-tanah yang dikuasainya. Tanah di Singapura seluruhnya dikuasai pemerintah, dan penduduk boleh menyewanya selama 100 tahun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back To Top