Kamis, 08 Oktober 2020

Konsumsi Junk Food Yang Berlebih Sanggup Menurunkan Mutu Sperma

Penelitian gres menandakan ancaman lain dari junk food, khususnya untuk kaum adam. Konsumsi junk food yang berlebih sanggup menurunkan mutu sperma, jumlah sperma menjadi menipis.
 
Sebuah studi yang ditangani di klinik kesuburan Amerika Serikat, mendapatkan lelaki yang gemar konsumsi lemak memiliki jumlah sperma yang sedikit. 

Penelitian ini juga menandakan pentingnya asam lemak omega 3 yang sanggup mengembangkan mutu sperma. Asam lemak ini umumnya dijumpai pada produk ikan dan minyak nabati.

" Hasil ini cukup dramatis. Tetapi mungkin ini sanggup menjadi argumentasi untuk mencegah konsumsi junk food. Tingginya lemak akan berakibat pada penyakit kardiovaskular" ujar Kepala Peneliti Jill AttamanHavard Medical School di BostonAS.

Seperti yang dilansir Mirror.com, mereka yang mengonsumsi lemak jenuh, dengan asupan lemak tertinggi memiliki total sperma 43% lebih rendah, dengan fokus 38% lebih rendah.

Diet tinggi lemak sepertinya tidak mengusik kesuburan para responden lelaki dalam riset ini. Faktanya, tidak ada lelaki yang jumlah spermanya di bawah ambang batas yakni minimal 39 juta dengan fokus 15 juta per mililiter, seumpama yang ditulis jurnal Human Reproduction. Bahkan pada lelaki yang mengonsumsi kadar lemak tertinggi (37% melampaui batas kalori normal), jumlah spermanya meraih 125 juta dengan fokus rata-rata 51 juta per mililiter.

Walaupun begitu, observasi ini tetap memperhitungkan fakta bahwa 71% dari responden lelaki ini mengalami kegemukan atau obesitas, di mana hal ini tentu akan berpengaruh jelek pada mutu sperma.

Diperkirakan sekitar 20 persen lelaki muda memiliki mutu air mani yang buruk, dan banyak pasangan yang mengunjungi klinik kesuburan untuk kesibukan bayi tabung sekitar 30-50 persennya akhir adanya  duduk kasus kesuburan pada laki-laki.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Back To Top